Tuti Maryati

Mengibarkan Bendera Keroncong

Tahun 1974, di Pasukan 8 Paskibraka berjalan tegap Tuti Maryati muda, sebagai pemegang duplikat Bendera Pusaka. Dengan semangat Merah Putih, Tuti Maryati mengibarkan bendera keroncong hingga saat ini.

Musik Keroncong merupakan kekayaan Bangsa Indonesia yang seharusnya di lestarikan keberadaannya, bukan hanya dimulut dan cita-cita tetapi harus diwujudkan dengan tindakan yang seutuhnya untuk kemajuan keroncong itu sendiri. Saat ini seniman Keroncong dapat dihitung dengan jari, dan yang hanya sedikit ini pun kurang bisa berkomunikasi. Kita sering mendengar bahwa musik keroncong pernah/ sudah diklaim negara tetangga, nnaah…., mulailah kita berteriak bahwa musik Keroncong adalah asli budaya Indonesia. Papar ibu 7 anak ini melalui surat elektroniknya.

Tuti Maryati
Tuti Maryati

Terlahir di Ujung Pandang , 08 Oktober 1956 Tuti Maryati, masa remajanya dihabiskan di tanah sunda. Sebagai individu yang multi-talent menjadikan Tuti Maryati memiliki banyak aktivitas dan berprestasi. Sebagai salah satu anggota Paskibraka adalah salah satu prestasi yang dicapai, bahkan di tahun 1975, ia terpilih pertukaran pelajar dalam Indonesia-Canada World Youth Exchange Program. Dan masih banyak lagi prestasi yang ditorehkan Tuti muda yang berparas manis ini.

Dalam bidang tarik suara, khususnya keroncong prestasi Tuti Maryati bisa dikatakan sangat menonjol, dan membawanya ke berbagai negara. Di level festival dan kejuaraan menyanyi keroncong berbagai gelar diraihnya. Juara Bintang Radio TV diraihnya pada tahun 1986, setelah sebelumnya sempat juga menyabet gelar Juara I Lomba Keroncong Antar Kotama TNI-AL Se-Jakarta pertama dan kedua pada tahun 1983.

Pesta Perak Keroncong

Kecintaan Tuti muda pada keroncong berlanjut hingga kini, dan tak terasa telah mencapai Tahun Perak-nya. 25 tahun sudah Tuti Maryati bergelut dengan musik keroncong. Hidupnya telah melekat dengan keroncong. Lebih dari 15 album keroncong telah di-release, baik menyanyikan lagu keroncong lama maupun lagu keroncong yang baru.

Selain disibukkan dengan aktivitas ber-keroncong, Tuti Maryati juga bekerja sebagai Master of Ceremony (MC), dan hal ini sangat didukung oleh kemampuannya berolah vocal. Dunia MC dan keroncong tidak bisa dipisahkan dari Tuti Maryati. Pengalaman sebagai penyanyi keroncong Tuti juga sangatlah menarik, manakala diperkenalkan sebagai Juara Keroncong BR-TV, maka pengunjung serentak mengatakan huuuuuuu.

Sebutan juara BRTV (Bintang Radio dan TV) tak jarang yang meneriakkan huuuu… Namun saya tidak kecil hati. Karena saya merasa bukan penyanyi keroncong, maka saya buka dengan lagu yang paling Hit disaat itu, hasil nya tepuk tangan meriah bergema dilapangan atau gedung dimana saya menyanyi… lalu di akhir penampilan, saya bawakan mereka lagu Keroncong dan audiens pun memberikan tepuk tangan yang meriah pula., katanya ketika ditanya bagaimana supaya bisa tampil prima dan memukau di hadapan penonton.

Saya jadi heran, mengapa musik ini dianggap kuno, atau membuat pendengarnya ngantuk… Mungkin karena para penyanyinya berkesan statis, lagunya hanya itu-itu saja, atau memang tidak adanya para produser yang mau merekam dan mengiklankannya di TV, sehingga musik ini kurang berkembang, imbuhnya.

Di pesta perak keroncongnya. Semangat Tuti Maryati terus menyala.

Sanggar Keroncong Tuti Maryati

Kegundahan akan perkembangan musik keroncong yang statis tidak menjadikan Tuti Maryati patah semangat. Bahkan, api semangatnya berkobar-kobar, ini bisa dilihat dari kegiatan Tuti dalam melatih anak-anak muda untuk bernyanyi keroncong di rumahnya. Cukup banyak anak-anak yang datang ke rumahnya untuk belajar menyanyi keroncong, dan dari kegiatan ini Tuti masih memiliki harapan besar bahwa keroncong pasti akan berkembang.

Kesempatan untuk menguji kualitas suara anak didik di Sanggar Keroncong Tuti Maryati, untuk saat ini telah tersedia ruang dan waktu, taitu di Warung Keroncong Gaul (WKG). WKG sendiri didirikan oleh Tuti Maryati sebagai media berkumpulnya insan pecinta keroncong. Disamping itu WKG juga disediakan bagi para penyanyi keroncong muda yang ingin menjajal suaranya dan dinikmati pengunjung yang datang di warung tersebut. Dari sanggar tersebut sudah lahir beberapa penyanyi keroncong muda yang telah pula masuk dapur rekaman, seperti Sriyono, seorang tuna netra bersuara emas. Berangkat dari sanggar keroncong inilah asa masa depan keroncong digantungkan.

Dengan saling menguatkan dan meyakinkan bahwa dengan memajukan Keroncong sebagai bagian dari budaya Indonesia, maka bangsa ini dapat maju seutuhnya, karena bangsa yang dapat menggahargai budayanya sendiri adalah merupakan bangsa yang bermartabat, tuturnya berharap kepada segenap pelaku, penikmat dan pecinta keroncong. (wiwied-2009)

Biodata :

Nama Lengkap : Tuti Maryati

Tempat/Tgl Lahir : Ujung Pandang , 08 Oktober 1956

Suami : J. Sarwono

Anak :

Alamat : Jl. Bukit Raya Cinere Komp. Bumi Pusaka Cinere no. A11 Cinere 14512 Sawangan, Depok

Pekerjaan : MC

Hobby : ngemong cucu

ALBUM:

  1. #Langgam Sunda Nostalgia Tuti Maryati, Juni 2008;

  2. #Album POP, Sejuta Kenangan Dalam Lagu Cinta, April 2008;

  3. #Keroncong Karyaku, Dorce Gamalama, (Kompilasi), 2006;

  4. #Keroncong Asli Tuti Maryati, 2005;

  5. #Keroncong Asli, Parade Bintang Keroncong, (Campuran), 2005;

  6. #Album Emas Keroncong Tuti Tri Sedya, Vol.2, 1992;

  7. #Album Emas Keroncong Tuti Tri Sedya, Vol.1, 1992;

  8. #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.10 (Kompilasi);

  9. #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.09 (Kompilasi);

  10. #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.08 (Kompilasi);

  11. #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.06 (Kompilasi);

  12. #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.04 (Kompilasi)
    #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.3 (Kompilasi);

  13. #The 65th Aniversary of Bengawan Solo (Kompilasi);

  14. #Tuti Maryati in Japanese Keroncong, and Degung Sundanese

Please follow and like us:

7 thoughts on “Tuti Maryati

  • November 9, 2009 at 11:14 am
    Permalink

    Sebagai salah seorang penggemar (penikmat) lagu keroncong, menurut saya Tuti Maryati (dulu Tuti Tri Sedya) adalah penyanyi keroncong wanita terbaik saat ini. Mengapa saya berpendapat demikian? Seperti dikatakan penyair Jepang terkenal Hagiwara Sakutaro, “music is a subjective art, an expression of nostalgia, longing for the non existence.” Dgn demikian, maka musik yg baik akan menghadirkan “nostalgia” kehadapan pendengarnya. Nostalgia inilah yg saya rasakan hadir ketika mendengarkan Tuti Maryati menyanyikan lagu keroncong. Barangkali karena teknik menyanyi, nada suara dan penghayatan yg disajikannya. (Silahkan baca juga komentar saya mengenai lagu Bengawan Solo).

  • December 20, 2011 at 4:52 pm
    Permalink

    SAYA FANS BERAT MBAK MARYATI KAPAN SIARAN LAGI DI TVRI
    SYA JUGA PENGAGUM MBAK SAJEKTI

  • July 17, 2013 at 4:33 pm
    Permalink

    Kami amat kagum lagu-lagu keroncong yg dinyanyikan oleh Mbak Tuti Maryati, dinyanyikannya dengan perasaan, waktu dinyanyikan LGM. TERKENANG terlihat menetes di pipinya, selamat buat Mbak TUTI MARYATI maju terus pantang mundur demi lagu keroncong budaya bangsaku, AMIIN

  • July 17, 2013 at 4:40 pm
    Permalink

    Kami amat kagum lagu2 keroncong yg dinyanyikan oleh Mbak Tuti Maryati, dinyanyikannya dengan penuh perasaan, terlihat air matanya menetes dipipinya waktu dinyanyikan LGM TERKENANG, selamat buat Mbak Tuti Maryati maju terus pantang mundur demi kejayaan lagu keroncong budaya bangsaku Amiin.

  • July 6, 2014 at 10:00 am
    Permalink

    aduh.. mbak tuti … cantiknya nggak pudar-pudar, sedep terus dipandang….apalagi suaranya..jadi ingin kembali ke jaman SMA dulu…th.80-an.

  • August 25, 2017 at 10:04 pm
    Permalink

    saya sangat kagum lagu2 keroncong Mbak Tuti Maryati, sederhana dan menghadirkan “kenangan indah”, lagu keroncong budaya bangsaku.

  • August 27, 2018 at 8:40 pm
    Permalink

    selmat untuk ibu tuti maryati
    semoga terus bisa membanggakan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial