Buletin Tjroeng Gelegak Jiwa Nusantara :: Buletin Musik Keroncong

5Oct/091

Tuti Maryati

Mengibarkan Bendera Keroncong

Tahun 1974, di Pasukan 8 Paskibraka berjalan tegap Tuti Maryati muda, sebagai pemegang duplikat Bendera Pusaka. Dengan semangat Merah Putih, Tuti Maryati mengibarkan bendera keroncong hingga saat ini.

Musik Keroncong merupakan kekayaan Bangsa Indonesia yang seharusnya di lestarikan keberadaannya, bukan hanya dimulut dan cita-cita tetapi harus diwujudkan dengan tindakan yang seutuhnya untuk kemajuan keroncong itu sendiri. Saat ini seniman Keroncong dapat dihitung dengan jari, dan yang hanya sedikit ini pun kurang bisa berkomunikasi. Kita sering mendengar bahwa musik keroncong pernah/ sudah diklaim negara tetangga, nnaah...., mulailah kita berteriak bahwa musik Keroncong adalah asli budaya Indonesia.” Papar ibu 7 anak ini melalui surat elektroniknya.

Tuti Maryati

Tuti Maryati

Terlahir di Ujung Pandang , 08 Oktober 1956 Tuti Maryati, masa remajanya dihabiskan di tanah sunda. Sebagai individu yang multi-talent menjadikan Tuti Maryati memiliki banyak aktivitas dan berprestasi. Sebagai salah satu anggota Paskibraka adalah salah satu prestasi yang dicapai, bahkan di tahun 1975, ia terpilih pertukaran pelajar dalam “Indonesia-Canada World Youth Exchange Program”. Dan masih banyak lagi prestasi yang ditorehkan Tuti muda yang berparas manis ini.

Dalam bidang tarik suara, khususnya keroncong prestasi Tuti Maryati bisa dikatakan sangat menonjol, dan membawanya ke berbagai negara. Di level festival dan kejuaraan menyanyi keroncong berbagai gelar diraihnya. Juara Bintang Radio – TV diraihnya pada tahun 1986, setelah sebelumnya sempat juga menyabet gelar Juara I Lomba Keroncong Antar Kotama TNI-AL Se-Jakarta pertama dan kedua pada tahun 1983.

Pesta Perak Keroncong

Kecintaan Tuti muda pada keroncong berlanjut hingga kini, dan tak terasa telah mencapai Tahun Perak-nya. 25 tahun sudah Tuti Maryati bergelut dengan musik keroncong. Hidupnya telah melekat dengan keroncong. Lebih dari 15 album keroncong telah di-release, baik menyanyikan lagu keroncong lama maupun lagu keroncong yang baru.

Selain disibukkan dengan aktivitas ber-keroncong, Tuti Maryati juga bekerja sebagai Master of Ceremony (MC), dan hal ini sangat didukung oleh kemampuannya berolah vocal. Dunia MC dan keroncong tidak bisa dipisahkan dari Tuti Maryati. Pengalaman sebagai penyanyi keroncong Tuti juga sangatlah menarik, manakala diperkenalkan sebagai Juara Keroncong BR-TV, maka pengunjung serentak mengatakan ”huuuuuuu”. ”

Sebutan juara BRTV (Bintang Radio dan TV) tak jarang yang meneriakkan ”huuuu... Namun saya tidak kecil hati. Karena saya merasa bukan penyanyi keroncong, maka saya buka dengan lagu yang paling Hit disaat itu, hasil nya tepuk tangan meriah bergema dilapangan atau gedung dimana saya menyanyi... lalu di akhir penampilan, saya bawakan mereka lagu Keroncong dan audiens pun memberikan tepuk tangan yang meriah pula.”, katanya ketika ditanya bagaimana supaya bisa tampil prima dan memukau di hadapan penonton.

Saya jadi heran, mengapa musik ini dianggap kuno, atau membuat pendengarnya ngantuk... Mungkin karena para penyanyinya berkesan statis, lagunya hanya itu-itu saja, atau memang tidak adanya para produser yang mau merekam dan mengiklankannya di TV, sehingga musik ini kurang berkembang”, imbuhnya.

Di pesta perak keroncongnya. Semangat Tuti Maryati terus menyala.

Sanggar Keroncong Tuti Maryati

Kegundahan akan perkembangan musik keroncong yang statis tidak menjadikan Tuti Maryati patah semangat. Bahkan, api semangatnya berkobar-kobar, ini bisa dilihat dari kegiatan Tuti dalam melatih anak-anak muda untuk bernyanyi keroncong di rumahnya. Cukup banyak anak-anak yang datang ke rumahnya untuk belajar menyanyi keroncong, dan dari kegiatan ini Tuti masih memiliki harapan besar bahwa keroncong pasti akan berkembang.

Kesempatan untuk menguji kualitas suara anak didik di Sanggar Keroncong Tuti Maryati, untuk saat ini telah tersedia ruang dan waktu, taitu di Warung Keroncong Gaul (WKG). WKG sendiri didirikan oleh Tuti Maryati sebagai media berkumpulnya insan pecinta keroncong. Disamping itu WKG juga disediakan bagi para penyanyi keroncong muda yang ingin menjajal suaranya dan dinikmati pengunjung yang datang di warung tersebut. Dari sanggar tersebut sudah lahir beberapa penyanyi keroncong muda yang telah pula masuk dapur rekaman, seperti Sriyono, seorang tuna netra bersuara emas. Berangkat dari sanggar keroncong inilah asa masa depan keroncong digantungkan.

Dengan saling menguatkan dan meyakinkan bahwa dengan memajukan Keroncong sebagai bagian dari budaya Indonesia, maka bangsa ini dapat maju seutuhnya, karena bangsa yang dapat menggahargai budayanya sendiri adalah merupakan bangsa yang bermartabat,” tuturnya berharap kepada segenap pelaku, penikmat dan pecinta keroncong. (wiwied-2009)

Biodata :

Nama Lengkap : Tuti Maryati

Tempat/Tgl Lahir : Ujung Pandang , 08 Oktober 1956

Suami : J. Sarwono

Anak :

Alamat : Jl. Bukit Raya Cinere Komp. Bumi Pusaka Cinere no. A11 Cinere 14512 Sawangan, Depok

Pekerjaan : MC

Hobby : ngemong cucu

ALBUM:

  1. #Langgam Sunda Nostalgia Tuti Maryati, Juni 2008;

  2. #Album POP, Sejuta Kenangan Dalam Lagu Cinta, April 2008;

  3. #Keroncong Karyaku, Dorce Gamalama, (Kompilasi), 2006;

  4. #Keroncong Asli Tuti Maryati, 2005;

  5. #Keroncong Asli, Parade Bintang Keroncong, (Campuran), 2005;

  6. #Album Emas Keroncong Tuti Tri Sedya, Vol.2, 1992;

  7. #Album Emas Keroncong Tuti Tri Sedya, Vol.1, 1992;

  8. #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.10 (Kompilasi);

  9. #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.09 (Kompilasi);

  10. #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.08 (Kompilasi);

  11. #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.06 (Kompilasi);

  12. #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.04 (Kompilasi)
    #Keroncong Pilihan Dari Masa Kemasa, Vol.3 (Kompilasi);

  13. #The 65th Aniversary of Bengawan Solo (Kompilasi);

  14. #Tuti Maryati in Japanese Keroncong, and Degung Sundanese

Comments (1) Trackbacks (0)
  1. Sebagai salah seorang penggemar (penikmat) lagu keroncong, menurut saya Tuti Maryati (dulu Tuti Tri Sedya) adalah penyanyi keroncong wanita terbaik saat ini. Mengapa saya berpendapat demikian? Seperti dikatakan penyair Jepang terkenal Hagiwara Sakutaro, “music is a subjective art, an expression of nostalgia, longing for the non existence.” Dgn demikian, maka musik yg baik akan menghadirkan “nostalgia” kehadapan pendengarnya. Nostalgia inilah yg saya rasakan hadir ketika mendengarkan Tuti Maryati menyanyikan lagu keroncong. Barangkali karena teknik menyanyi, nada suara dan penghayatan yg disajikannya. (Silahkan baca juga komentar saya mengenai lagu Bengawan Solo).


Leave a comment


Trackbacks are disabled.