Semanggi Suroboyo

Mengajak wisata kuliner di kota pahlawan

Oleh Widarto

Lagu keroncong yang bercerita tentang tempat-tempat wisata atau tempat-tempat yang layak dikunjungi banyak jumlahnya, misalnya Telaga Sarangan, Tirtonadi, Waduk Gajah Mungkur, Di Tepi Sungai Serayu, Bandung Selatan, Sela Bintana sampai Bandar Jakarta, dan tentunya masih banyak lagi. Mendengar lagu-lagu itu, serasa kita pengin sekali berkunjung ke tempat itu. Atau dengan kata lain dengan lagu kita bisa juga mempromosikan tempat wisata, atau setidaknya memperkenalkan suatu tempat yang layak untuk dikungjungi, minimal diingat namanya.

Lagu keroncong yang bercerita tentang makanan atau kuliner –yang saat ini sedang marak di acara-acara televisi– masih kurang dan mungkin baru ada beberapa saja. Salah satunya adalah Semanggi Suroboyo, yang mengajak pendengarnya untuk berkunjung ke Surabaya dan menikmati makanan khas Surabaya, atau bahasa populernya, mengajak wisata kuliner ke Surabaya.

Lagu ini sederhana, namun selain enak dinikmati juga pesannya sangat jelas, yaitu memamerkan dan menjelaskan makanan yang bernama ‘semanggi suroboyo’, sedangkan makanan bernama ‘lontong balap wonokromo’ hanya sebagai pelengkap agar syair indah dibaca.

Semanggi Suroboyo seperti diceritakan di lagu itu terdiri dari sayuran semanggi, krupuk puli, cukulan, tempe dan tentunya bumbunya yang semacan bumbu pecel. Mungkin masih ada lagi komponen makanan semanggi ini, hanya tentunya tidak bisa dimuat dalam syair lagu ini.

Yang menarik dari syair lagu ini, bahwa unsur makanan semanggi ini terasa aneh di telinga yang mendengar, misalnya ‘daun semanggi’ mungkin di tempat lain tidak ada yang memakannya (sekalipun katanya sangat bermanfaat bagi kesehatan), kemudian krupuk puli yang terbuat dari nasi dan ‘garam bleng’, ‘cukulan’ atau kecambah, tempe dan bumbu yang terbuat dari kacang dan ubi jalar. Aneh bukan?

Dengan kekhasan makanan bernama ‘semanggi suroboyo’ ini, kalau digalakkan lagi melalui berbagai media dan lagu, mungkin makanan ini akan populer kembali. Tentunya kalau makanan ini populer, orang akan mencari lagu ‘semanggi suroboyo’. Antara lagu dan makanan akan saling mengisi, saling memberi, saling bersinergi.

Kalau di atas disampaikan bahwa lagu tentang tempat wisata akan mengajak pendengarnya mengunjungi tempat wisata tersebut, maka lagu tentang kuliner juga akan membawa penikmatnya untuk mencoba kuliner dari lagu yang dinyanyikan, yang kemudian bisa saja menyenangi makanan tersebut dan menjadikannya sebagai makanan langganan yang sering dinikmati, bersama teman, bersama keluarga. Kalau hal ini sukses, maka wisata kuliner yang sedang digalakkan untuk menggerakkan roda ekonomi khususnya ekonomi rakyat bisa berhasil.

Semakin banyak lagu tentang kuliner akan semakin baik, ini sekaligus sebagai partisipasi dalam mempopulerkan makanan, baik makanan khas suatu daerah, khas bahannya, maupun makanan lain khas Indonesia, dan tentunya sebagaimana keroncong sebagai musik khas Indonesia, maka kita tidak perlu mempopulerkan makanan yang dari negara lain.

‘Semanggi suroboyo’, sederhana lagunya namun enak didengar, mudah diingat dan memberi kesan tersendiri bagi pendengarnya, serta mengajak orang untuk ‘penasaran’ dengan makanan bernama ‘Semanggi Suroboyo’ tersebut.

‘Semanggi suroboyo’ mengingatkan kita untuk mempopulerkan makanan melalui lagu, atau mempopulerkan lagu melalui makanan. Mempopulerkan makanan melalui lagu adalah membuat lagu tentang makanan, tentang kuliner dari suatu kampun, kota, pulau, provinsi atau malah dari senatero negara. Lagu yang asyik, yang mendorong orang untuk menggemari makanan itu dan atau mengunjungi tempat dari mana masakan tersebut berasal.

Sebaliknya mempopulerkan lagu melalui makanan maksudnya kita bisa membuat lagu tentang suatu makanan yang populer, agar sang lagu mudah dikenal, disenangi dan akhirnya akan mendapatkan popularitas lagu tersebut.

Mana pilihan kita diantara kedua hal di atas? Semua benar.

Hal yang perlu segera dilakukan adalah merealisasikannya. Membuat lagu tentang makanan, dengan niat memepopulerkan makanan melalui lagu maupun mempopulerkan lagu melalui makanan. Monggo.

Semanggi Suroboyo
Ciptaan : S. Padimin

Semanggi Suroboyo lontong balap Wonokromo
Dimakan enak sekali sayur semanggi krupuk puli bung semanggi

Harganya sungguh murah, sayur semanggi Suroboyo
Dijual serta didukung masuk kampung keluar kampung bung mari

Reff :

Sedap benarlah bumbunya dan enak rasanya
Sayur semanggi, cukulan dicampurnya dan tak lupa tempenya

Mari Bung coba beli sepincuk hanya setali
Tentu memuaskan hati sayur smanggi  Surabaya bung mari

Catatan :

  1. Tanaman semanggi adalah tanaman air dengan helai daun berjumlah 4 untuk tiap tangkai daun. Jembatan Semanggi di Jakarta yang terinspirasi dari daun semanggi, kalau dilihat dari atas berbentuk seperti daun semanggi.

  2. ‘Pincuk’ = tempat makan terbuat dari daun pisang

  3. Setali = nilai uang sebesar seperempat rupiah.

Please follow and like us:

One thought on “Semanggi Suroboyo

  • November 6, 2012 at 8:42 pm
    Permalink

    memang sedap bener semanggi suroboyonya..wuih..apa lagi bikinan ibu..tapi sayang,ibu sudah tiada..dan sayangnya..belum bisa pulang kampung buat nikmatinya..semanggi suroboyo..doain eka bisa pulang kampung lagi ya..biar nanti puas banget buat menyantap , si semanggi suroboyo..by..semanggi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial